16 Mei 2022

Bahaya toxic parenting!! Kenali ciri-cirinya

Keluarga merupakan lingkungan awal dan utama yang memiliki peran penting dalam tumbuh kembang anak. Seorang anak adalah bagian dari keluarga yang secara umum adalah mahkluk sosial yang lahir dari hubungan pria dan wanita. Anak memerlukan peran orang tua dalam tumbuh dan mengembangkan kemampuan dirinya karena anak terlahir dengan segala keterbatasan dan kelemahan. 

Setiap orang tua memiliki pola asuh tersendiri terhadap anak sesuai dengan keinginan orang tua. Namun perlu diwaspadai apabila orang tua menerapkan pola asuh yang salah/negatif terhadap anak maka akan timbul toksik yang dapat merusak anak secara fisik maupun psikis. Oleh karena itu sangat penting bagi orang tua untuk mengetahui agar toxic Parenting agar dapat menghindari hal tersebut dalam menerapkan pola asuh kepada anak.

Apa itu toxic Parenting?

Toxic Parenting adalah cara orang tua menerapkan pola asuh kepada anak sesuai keinginannya sendiri dengan tidak menghormati serta memperlakukan anak dengan cara yang salah secara individu. Tingkah toxic Parenting tidak hanya berupa kekerasan fisik tetapi dapat berupa kekerasan verbal - melontarkan kata-kata kasar- yang dapat merusak mental dan batin anak.

Seperti apa pola asuh toxic Parenting?

Tidak sedikit orang tua yang mungkin tidak menyadari bahwa pola asuh yang diterapkan kepada anak termasuk toxic Parenting. Yuk, kenali ciri-ciri toxic Parenting di bawah ini.

1. Tidak bisa mengontrol emosi dan mudah marah.

2. mengambil keputusan tanpa kesadaran anak.

3. Terlalu kritis dan ingin selalu mengontrol semua hal yang dilakukan anak.

4. Tidak menghargai privasi anak.

5. Selalu mengungkit pemberian kepada anak.

6. Tidak mau kalah bersaing dengan anak.

7. Tidak mau mendengarkan ucapan anak.

8. Sering melakukan penampilan fisik dan verbal kepada anak.

Apa dampak toxic Parenting pada kesehatan mental anak?

Pola asuh toxic Parenting dapat mempengaruhi kondisi kesehatan mental anak. Berikut dampak toxic Parenting pada kesehatan mental anak.

1. Anak merasa tidak dicintai.

2. Tumbuh dengan harga diri/kepercayaan diri yang rendah serta menjadi pribadi yang penakut.

3. Mengalami trauma yang berkepanjangan.

4. Takut menerima hal baru dan bahagia.

5. Susuh mencerna hal positif dalam hidupnya.

6. Memiliki relasi yang tidak baik di masa depan. 

7. Sering menyalahkan diri sendiri.

Bagaimana cara mengatasi Toxic Parenting?

Berikut cara yang dapat dilakukan untuk menghindari tocix parenting.

1. Mengurangi ekspetasi yang tinggi pada anak.

2. Orang tua belajar mengontrol emosi.

3. Mencari pola asuh ideal/positif dengan berkreasi bersama pasangan/teman.

4. Menghargai anak.

5. Mampu menyembunyikan masalah pribadi dari anak.

6. Mohon maaf pada anak.

7. Mulai instrospeksi diri dan perbaiki diri.

Pastinya orang tua ingin menghindari toxic parenting. Pengalaman Berdasarkan, kesabaran serta toleransi yang besar orang tua dapat menerapkan pola asuh ideal/positif sehingga anak dapat tumbuh dan berkembang dengan kondisi fisik dan psikis yang sehat.






1 komentar:

Mengenal Lebih Jauh Tentang Anak dan Hak Anak

  Foto/Dokumen Pribadi H ay Guys, Kali ini saya akan membagikan tentang Anak dan Hak-Haknya. Menurut UU Perlindungan Anak No. 23 Thn 2002 da...